Bismillah,
Assalamu'alaikum
Hai Sobat ERin, MmmBandung lagi. Masi gegara tiket promo PT. KAI "mumpang meumpeung" sekali HahaHA. Kali ini SOLO SHORTTRIP. Berangkat numpang KA GALUNGGUNG, baliknya naik KA PANGANDARAN.
Berangkat dari Tasik naik KA GALUNGGUNG, tiba di Stasiun Kiaracondong siangnya. Terus cuss ke Stasiun Bandung naik KRD. Gak lama, nyampe deh di Stasiun Bandung. Oiya, untuk yang akan menggunakan transportasi online sebaiknya keluar melalui pintu SELATAN yang ada di sebelah KIRI stasiun. Stasiun Bandung itu lebih luas dari Stasiun Kiaracondong. Lebih crowd, agak clingak clinguk juga pas turun KRD. Kalo ngerasa bingung jangan ragu tanya ke petugas di stasiun yaaa.
Jeng jeng jeng, dimulailah " nyaba kota " alias kunjungan ERin. Begitu sampe ,ERin bergegas menuju kawasan alun - alun via kang "ojol" tarifnya Rp.5.000,-, pembayaran via app dari Stasiun Bandung. Nyampe Alun - Alun cuss ngibrit menuju Masjid Raya Bandung ngejar waktu sholat. Ini kali pertama saya memasuki Mesjid Raya Bandung. Adem gimana gitu rasanya. Saya memasuki masjid dari samping ( jalan ASIA AFRIKA ) menuju ke bawah ke arah toilet dan tempat wudhu wanita. Kemudian dari sana, saya naik tangga ke atas dan menuju tempat solat wanita yang berada di ujung depan sebelah kiri.
Selesai solat saya menunggu teman (Host) CouchSurfing yang akan menjemput. Menunggu memang membosankan, makanya saya keliling dulu menyusuri jalan Asia Afrika- jalan Braga. Ehhhh lah da lah hujan turun. Walopun agak ribet, mengingat cuaca akhir- akhir ini keseringan hujan bekal payung bermanfaat juga. HahaHa. Gak lama, teman ( host ) saya pun datang dan menemui saya di jalan Braga. Itu adalah kali pertama saya jumpa dengannya. Kita kenalan via app CouchSurfing. Dan saya meminta beliau untuk menjadi host saya dan permohonan saya pun diterima. Penasaran tentang CouchSurfing? boleh liat disini yaaa. Balik lagi ke Mesjid Raya Bandung untuk solat Maghrib. Setelah selesai solat, penasaran ingin naik ke menara. Salah satu spot menarik memandang kota Bandung dari ketinggian adalah dari menara Mesjid Raya Bandung ini, namun saat itu sudah tutup ( jam operasionalnya pkl.10.00 WIB - pkl.17.00 WIB ) akhhh sayang sekali. Oke, berhubung sudah malam bertolaklah menuju kediaman host saya yang berada di daerah Ledeng. Lumayan jauh juga yaaa ternyata karena waktu tempuh alun- alun - Ledeng +/- 1 jam. SERUUUu menikmati suasana malam kota Bandung.
![]() |
| view depan kosan HOST CS |
Gak relaaaa rasanya mesti balik ke Tasik besok soalnya daerah atas ( Lembang ) patut disambangi. Terpaksa harus turun pagi. Hiks. Baiklah limit waktu terbatas list pertama saya adalah museum KAA,selalu penasaran dengan apa yang ada di dalamnya. Kang "ojol" pun melaju menuju kawasan ASIA AFRIKA. Akhhh menikmati sekali "morning riding" ini. Hampir setengah jam berkendara menyusuri jalan Setiabudhi yang sejuk - daerah cihampelas - ...*daerah apa lagi ya lupaa dan setengah 9 sampailah di gedung Merdeka.
![]() |
| museum KAA |
![]() |
| ruang audiovisual *nonton detik-detik KAA |
![]() |
| ruang sidang utama KAA |
Museum KAA buka pkl.08.00-16.00 WIB info jadwal kunjungan disini ya. Pas kebetulan sekali ada tur anak sekolah jadi mengitik aja. Masuk ke gedung Merdeka tidak dipungut biaya tapi mesti lapor dulu di bagian informasi saat berkunjung. Gedung Merdeka menjadi saksi dan menjadi tempat koleksi barang-barang sejarah pelaksaan KAA. Terdapat patung-patung tokoh penggagasnya di bagian awal. Gambar-gambar dan tulisan menceritakan latar belakang, tujuan, negara yang berpartisipasi dan hasil dari KAA. Kemudian kita diarahkan menuju ruang audiovisual untuk melihat pemutaran film dokumenter mengenai detik-detik KAA. Sungguh betapa bangga menjadi Bangsa Indonesia, menjadi penggagas KAA karena peduli akan isu perdamaian dunia. Dan terakhir kita dibawa menuju ruang konfrensi yang di dalamnya berjejer bendera dari 29 negara di barisan depan dengan tiang "silver" menunjukkan jumlah peserta yang berpartisipasi saat itu dan di barisan belakang berjejer 109 bendera negara + 1 bendera PBB yang menunjukkan negara yang berpatisipasi pada KAA yang kemarin dilaksanakan *tahun berapa yaaa maap lupa.Seru juga yaaa wisata sejarah ini.
![]() |
| museum Bandung |
![]() |
| museum Bandung |
Berikutnya ERin ke Taman Badak, dekat kantor Walikota Bandung. Landmarknya patung badak. Tamannya lumayan luas, bersih, dihiasi tanaman hias yang membuatnya menjadi asri terus rindang karena banyak pohon besar yang tumbuh di sekelilingnya. Enak buat lepas penat, baca buku, ngerumpi, mengajak main anak. Ada beberapa permainan anak seperti ayunan dan di sekitar tepinya ada beberapa buah kandang unggas. Bisa sekalian wisata edukasi juga,mengenalkan anak dengan hewna- hewan unggas. Istirahat sebentar kemudian lanjut ke Bandung Planning Gallery. Waktu tempuh +/- 15 menit berjalan dari Taman Badak.
![]() |
| narsis ria ceritanyeee |
![]() |
| maket Kota Bandung |
Bandung Planning Gallery letaknya di Jalan Aceh disamping taman sejarah. Konon, planning gallery ini yang tercanggih di Indonesia. Menampilkan pembangunan Kota Bandung di masa lalu, kini dan masa yang akan datang. Sisi samping gedung BPG terpahat gambar yang menceritakan sejarah Bandung pada zaman R.A WIRANATAKUSUMAH. Masuk ke dalam gedung, kita disuguhkan konsep yang futuristik. Dalam gedung ini tersimpan ide dan konsep penataan kota Bandung dulu , sekarang dan di masa depan. Pengunjung didalam dapat berinteraksi dengan layar touchscreen yang memaparkan tentang sejarah,keadaan geografis ekonomi, sosial dan budaya Kota Bandung. Tidak ada biaya untuk masuk ke dalam dan sebelum berkeliling wajib untuk lapor dan mengisi data diri di bagian pusat informasi.
Gak kerasaaaa waktu cepet bener majunya, tengok jam tangan saatnya mesti balik Tasik. Cuss ke Stasiun Bandung buat naik KA PANGANDARAN. Sampai jumpa lagi Bandung.
_oleh ERin









Komentar
Posting Komentar